Sistem Informasi Pangan (SIPANGAN)

22 Oktober 2018 | 03:42:40

INFORMASI TAMBAHAN SISTEM INFORMASI PANGAN

Sistem Informasi Pangan adalah sistem informasi yang mencakup pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penyimpanan, dan penyajian serta penyebaran data dan informasi tentang Pangan. Sistem Informasi Pangan ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi pangan yang valid dan terkini secara cepat melalui teknologi informasi sehingga memudahkan institusi maupun masyarakat luas dapat mengakses informasi pangan tersebut dengan cepat. Informasi yang disajikan pada Sistem Informasi Pangan, antara lain : Running Teks berita terkini, artikel pangan menyajikan informasi hasil kajian dan analisis dibidang pangan dan Info Pangan menyajikan dalam bentuk foto aktivitas kegiatan dibidang pangan dan menu data pangan.

Artikel : Informasi yang disajikan bentuk hasil kaijan dan analisis dibidang pangan yang sumbernya diperoleh dari institusi yang terlibat dalam urusan pangan.

Info Pangan : menyajikan informasi dalam bentuk gambar/foto tentang aktivitas/kegiatan dibidang pangan.

Produksi Pangan : Menyajikan data produksi pangan strategis meliputi padi, jagung, kedelai, cabe merah besar, cabai rawit, bawang merah, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, telur ayam. Sumber datanya diperoleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

Harga Pangan Strategis: Menyajikan data harga pangan strategis baik ditingkat produsen maupun konsumen. Level data yang disajikan dalam bentuk mingguan, bulanan dan tahunan. Sumber data harga pangan strategis ini dieroleh melalui Panel Harga Pangan yang sudah dilakukan sejak tahun 2010. Panel harga pangan dilaksanakan di 497 kabupaten/kota yang tersebar di 34 propinsi dengan melibatkan enumerator sebanyak 998 orang sebagai petugas pengumpul dan pelapor data. Pengiriman data dilakukan dengan menggunakan fasilitas pesan pendek (Short Messsage Services) atau SMS. Data tersebut kemudian diolah oleh Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.

Konsumsi Pangan Menyajikan data konsumsi pangan penduduk terhadap komoditas pangan dalam bentuk satuan Kg/Kapita/tahun. Selain itu disajikan data kuantitas dan kualitas konsumsi pangan penduduk berdasarkan konsumsi energi dalam satuan kkal/kap/hari dan konsumsi protein penduduk dalam satuan gram/kap/hari serta Skor Pola Pangan Harapan (Skor PPH) yang merupakan indikator mutu gizi dan keragaman konsumsi pangan. Data yang digunakan untuk menghitung konsumsi pangan merupakan data sekunder hasil survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah diolah dan dijustifikasi dengan pendekatan pengeluaran. Data tersebut dikeluarkan oleh Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan.

Export dan Import Data ekspor impor komoditas pertanian adalah data ekspor impor yang berasal dari kode HS 10 digit yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan berstatus angka tetap. Kode HS mengacu pada klasifikasi sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2012. Cakupan kode HS komoditas pertanian merupakan kesepakatan hasil koordinasi dengan instansi terkait lingkup Kementerian Pertanian. Penyajian data perkembangan ekspor impor komoditas pertanian ini dititikberatkan pada kelompok komoditas baik segar maupun olahan yang mencerminkan peranan masing-masing sub sektor terhadap sektor pertanian secara keseluruhan. Data export import ini kemudian diolah oleh Pusdatin Kementerian Pertanian.

Neraca Bahan Makanan (NBM) NBM memberikan informasi tentang situasi pengadaan/ penyediaan pangan, baik yang berasal dari produksi dalam negeri, ekspor-impor dan stok serta penggunaan pangan untuk kebutuhan pakan, bibit, penggunaan untuk industri, serta informasi ketersediaan pangan untuk konsumsi penduduk suatu negara/ wilayah dalam kurun waktu tertentu. Data ini diolah oleh Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan.

Prognosa Pangan Strategis Memberikan informasi tentang data kebutuhan dan ketersediaan pangan berdasarkan angka sasaran produksi Ditjen Teknis Lingkup Kementerian Pertanian yang mencakup 12 komoditas pangan strategis, yaitu beras, jagung, kedelai, kacang tanah, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam dan telur ayam..

Persentase Angka Rawan Pangan Memberikan informasi tentang penduduk rawan konsumsi pangan (energi) yang diukur dari Tingkat Kecukupan Gizi (TKG) yang merupakan persentase angka kecukupan gizi (% AKG), dimana kurang dari 70% AKG adalah sangat rawan pangan, 70%-89,9% AKG adalah kerawanan ringan sampai sedang dan > 90% AKG tahan pangan. Data ini disajikan oleh Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) OKKP berisi informasi tentang gambaran OKKP yang terdiri dari OKKP-Pusat (OKKP-P) dan OKKP-Daerah (OKKP-D) di 34 Provinsi seluruh Indonesia. OKKP ini berisikan informasi umum meliputi status OKKP-D, nomor verifikasi, legalitas hukum lembaga serta kinerja OKKP. Sedangkan informasi kinerja OKKP dikaitkan dengan capaian tugas dan fungsi OKKP dalam menghasilkan Sertifikat Prima-1, Prima-2, Prima-3, Registrasi Pangan. Informasi ini bersumber dari Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.

Sistem Informasi Pangan (SIPANGAN) © 2017 Badan Ketahanan Pangan

-->

Sistem Informasi Pangan (SIPANGAN) V.1.0 © 2017 Badan Ketahanan Pangan